Allahmenjelma menjadi manusia di dalam Yesus untuk menebus manusia berdosa Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat menjadikan manusia kembali menjadi makhluk Tigakesatuan dalam Trinitas yang diyakini umat Kristen adalah Allah sendiri, Yesus Kristus dan Roh Kudus. Sering juga disebut dengan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Buku tersebut terbit dan beredar di kalangan pelajar SMP (kelas 7) sejak tahun 2018. Saya tidak tahu persis mengapa keberadaan buku tersebut baru "diributkan" sekarang. Kedua Allah menjelma menjadi setara dengan manusia. Allah menjadi sesama manusia. Hal itu menunjukkan bahwa betapa tinggi harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu, kita harus memandang orang lain sebagai sesama, tak ada pelanggaran hak-hak asasi manusia. Bersama dengan orang yang berkehendak baik, mengusahakan kebahagiaan dan keselamatan ALLAHMENJADI MANUSIA Sebuah Uraian Teologis Dia adalah Allah sendiri yang dapat menjelma dan hadir di tengah-tengah manusia. Dabar Yahwe atau Hokmah Yahwe itu tergambarkan pada Amsal 8:12, . Mengapa dan Kenapa Tuhan Allah Menjelma Menjadi Manusia Atau bisakah Tuhan menjelma menjadi manusia Beberapa alasan mengapa Tuhan allah menjelma menjadi manusia. 1. SEORANG PERAWAN MENGANDUNG Jika Maria berkata benar, maka bayinya tidak mempunyai ayah manusia. Ia menyatakan bahwa seorang malaikat telah menampakkan diri kepadanya dan memberitahu dia bahwa ia akan mengandung seorang putra dari Roh Allah, dan bahwa anak ini, yang harus dinamainya Yesus, akan menjadi Putra Allah. TB Luk 126-35 Jika Maria berbohong, maka malam kelahiran Yesus tidaklah kudus, dan satu-satunya yang diam adalah kebenaran. Tetapi, bagaimana kita bisa mengetahuinya? Bagaimana kita bisa menganggap serius suatu 2. SEORANG NABI PERJANJIAN LAMA MENUBUATKAN TENTANG PRIBADI ALLAH-MANUSIA Apa yang kita ketahui adalah bahwa dalam abad ke-7 Sebelum Masehi, nabi Yesaya menubuatkan tentang seorang Hamba Tuhan yang akan memerintah dunia pada hari-hari yang terakhir. Ia menggambarkan suatu hari di mana seluruh bumi akan berdamai dan segala bangsa akan mendaki ke Yerusalem untuk menyembah Allah TB Yes 2. Yesaya mengumumkan, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang Penasihat 3. PARA MALAIKAT MENGUMUMKAN KELAHIRAN TERSEBUT Di padang para gembala di luar Betlehem, sekelompok saksi menjadi jembatan antara Yesaya dan Maria. Menurut catatan Perjanjian Baru, TB Luk 28-14 para gembala Yahudi yang ketakutan dikunjungi oleh seorang malaikat yang mengumumkan kelahiran Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan Israel. Malaikat itu berkata, "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan" TB Luk 210-12. Sebagaimana yang diberitakan oleh para gembala, langit dipenuhi dengan para malaikat Tuhan menjadi manusia, Allah menjadi manusia, Tuhan menjelma menjadi manusia, mengapa Tuhan menjadi manusia, kenapa allah jadi manusia, mengapa allah harus menjadi manusia, kenapa allah menciptakan manusia, kenapa allah menciptakan manusia berpasang pasangan, kenapa allah menciptakan manusia berbeda beda, kenapa allah menguji manusia, kenapa allah jadikan manusia, kenapa allah ciptakan manusia, mengapa allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, tujuan allah menciptakan manusia, kenapa allah menciptakan manusia berbeda beda, mengapa allah menciptakan manusia berbeda suku bangsa warna kulit dan bahasa, kenapa allah menciptakan manusia berpasang pasangan, mengapa allah menciptakan manusia lebih sempurna dari makhluk lainnya, mengapa allah menciptakan manusia dari debu dan tanah, mengapa allah menciptakan manusia pada hari terakhir 4. SUATU TANDA MUNCUL DI LANGIT Menurut Perjanjian Baru, sebuah cahaya di langit memberikan kredibilitas tambahan untuk Maria. Sekelompok orang Majus dari Timur mengikuti sebuah "tanda menyerupai bintang" ke Betlehem, kota Yahudi. Yang mereka temukan adalah seorang anak yang mereka percayai sebagai Mesias Yahudi yang telah lama dinantikan. Selama ratusan tahun, para nabi Perjanjian Lama telah membicarakan tentang "sebuah Bintang" dan "suatu Tongkat Kerajaan" yang akan muncul dari Israel. TB Bil 2417 Perjanjian Lama juga menubuatkan 5. Waktunya Tepat. Banyak orang percaya bahwa orang Majus yang menyembah Yesus setelah kelahiran-Nya datang dari daerah Babilonia. Jika demikian, mereka mungkin saja memiliki akses kepada nubuatan seorang nabi Yahudi bernama Daniel. Selama masa pembuangan di Babilonia 400 tahun sebelumnya, Daniel menerima suatu visi yang memungkinkan perhitungan kedatangan Mesias Yahudi. Menurut visi Daniel, dari perintah untuk membangun kembali bait suci 458 atau 444 Sebelum Masehi, 69 kali "tujuh" masa akan diikuti oleh kedatangan dan kematian Sang Mesias. TB Dan 713-14; 924-27 Sebagian orang percaya bahwa nubuatan ini meperkirakan jumlah hari yang tepat sampai masuknya Yesus ke Yerusalem. Untuk keterangan lebih lanjut, lihat terbitan RBC berjudul "The Daniel Papers," Q1207 6. YESUS MENGKLAIM DIRI-NYA SETARA DENGAN ALLAH Sebagian orang menganggap bahwa Yesus tidak pernah mengklaim bagi diri-Nya seperti apa yang dinyatakan oleh para pengikut-Nya. Namun kegemparan yang meliputi kehidupan-Nya dapat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan berulang-Nya tentang kesatuan-Nya dengan Allah. Yohanes, salah satu penulis Injil, mengutip perkataan Yesus, " … sebelum Abraham jadi, AKU ADA" /TB Yoh 858. Dalam /TB Kel 314, nama AKU ADA dipakai Allah untuk memperkenalkan diri-Nya kepada Musa. Yohanes juga mengutip Yesus mengatakan, "Aku dan Bapa adalah Satu" /TB Yoh 1030 dan "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia" /TB Yoh 147. 7. SAHABAT-SAHABAT-NYA MENYEMBAH DIA Ketika Tomas, salah satu murid Yesus, melihat Kristus yang bangkit, ia menyerukan, "Ya Tuhanku dan Allahku." /TB Yoh 2028 Bertahun-tahun kemudian, teman dekat dan pengikut Yesus, Yohanes, menuliskan, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan … . Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran." /TB Yoh 11-3, 14 Sahabat lainnya, Petrus, dalam salah satu suratnya kepada gereja mula-mula, menyebut para pembacanya sebagai "mereka yang bersama-sama dengan kami 8. MUSUH-MUSUH YESUS MENUDUH DIA MENGHUJAT ALLAH Sebagian orang menganggap bahwa Yesus tidak pernah mengklaim bagi diri-Nya seperti apa yang dinyatakan oleh para pengikut-Nya. Namun kegemparan yang meliputi kehidupan-Nya dapat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan berulang-Nya tentang kesatuan-Nya dengan Allah. Yohanes, salah satu penulis Injil, mengutip perkataan Yesus, " … sebelum Abraham jadi, AKU ADA" /TB Yoh 858. Dalam /TB Kel 314, nama AKU ADA dipakai Allah untuk memperkenalkan diri-Nya kepada Musa. Yohanes juga mengutip Yesus mengatakan, "Aku dan Bapa adalah Satu" /TB Yoh 1030 dan "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu 9. MUJIZAT-MUJIZAT-NYA MENDUKUNG PERNYATAAN-PERNYATAAN-NYA Ketika Tomas, salah satu murid Yesus, melihat Kristus yang bangkit, ia menyerukan, "Ya Tuhanku dan Allahku." /TB Yoh 2028 Bertahun-tahun kemudian, teman dekat dan pengikut Yesus, Yohanes, menuliskan, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan … . Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh 10. KEPERGIAN-NYA LEBIH BESAR/AGUNG DARIPADA KEDATANGAN-NYA Sahabat-sahabat Yesus bisa saja ingin mempercayai bahwa Ia lebih dari seorang manusia, tetapi musuh-musuhnya tidak. Pemimpin-pemimpin agama Israel dipermalukan bila berpikir bahwa orang yang sama yang telah menuduh mereka sebagai orang munafik, para pemimpin buta yang menuntun orang buta, juga akan menyatakan bahwa Ia mengampuni dosa, berbicara tentang Allah sebagai Bapa-Nya, dan bahkan berkata bahwa Ia adalah satu dengan Allah. Dalam lebih dari satu kesempatan, para pemimpin Israel mengambil batu untuk membunuh Yesus sambil berkata, "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." /TB Yoh 1033 ANDA TIDAK SENDIRIAN bila Anda memiliki perasaan yang bercampur ketika Anda memikirkan tentang bukti yang mengelilingi kehidupan Yesus. Anda mungkin merasa terdorong untuk percaya bahwa Yesus adalah Putra Allah, tetapi Anda tidak yakin akan hubungan Anda dengan Dia. Jika memang demikian, yakinlah akan hal ini Jika Anda menerima Dia, Ia akan menerima Anda. Jika Anda mau menerima tawaran-Nya akan pengampunan, kehidupan kekal, dan adopsi/penerimaan ke dalam keluarga Allah, Ia akan menjadi Tuhan menjadi manusia, Allah menjadi manusia, Tuhan menjelma menjadi manusia, mengapa Tuhan menjadi manusia, kenapa allah jadi manusia, mengapa allah harus menjadi manusia, kenapa allah menciptakan manusia, kenapa allah menciptakan manusia berpasang pasangan, kenapa allah menciptakan manusia berbeda beda, kenapa allah menguji manusia, kenapa allah jadikan manusia, kenapa allah ciptakan manusia, mengapa allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, tujuan allah menciptakan manusia, kenapa allah menciptakan manusia berbeda beda, mengapa allah menciptakan manusia berbeda suku bangsa warna kulit dan bahasa, kenapa allah menciptakan manusia berpasang pasangan, mengapa allah menciptakan manusia lebih sempurna dari makhluk lainnya, mengapa allah menciptakan manusia dari debu dan tanah, mengapa allah menciptakan manusia pada hari terakhir Allah adalah kasih. Semua agama menggaungkan kalimat luhur ini. Tapi pernahkah teman-teman merasakannya? Pernahkah teman-teman selidiki buktinya? Di bagian pertama, saya telah membahas tentang satu buktinya. Buktinya Allah adalah kasih adalah bahwa Allah mati bagi manusia. Kali ini saya akan membahas bukti kedua bahwa Allah adalah kasih, yaitu Allah menjadi manusia. Bagaimana Menunjukkan Kasih itu? Beberapa hari yang lalu, saat bertugas mematikan-menghidupkan saklar lampu panggung di Gereja, saya mendengar percakapan seorang guru sekolah minggu dengan anak sekolah minggu. Kebetulan tempat pengaturan saklarnya itu sangat dekat dengan kelas sekolah minggu anak balita. Saya mendengar si kakak sekolah minggu yang kini bersekolah Doktor di Jepang, berbicara manja kala bercerita cerita Alkitab kepada anak-anak. Suaranya dibuat seperti anak kecil. Saya berpikir, mungkin ini adalah salah satu cara si kakak sekolah minggu menjelaskan kepada anak-anak. Supaya anak balita mudah mengerti, maka kakak sekolah minggu menempatkan diri seperti anak-anak. Kakak sekolah minggu menjadi seperti anak-anak. Ilustrasi seorang ibu bermain dengan anak Allah menjadi manusia Saya juga jadi teringat bagaimana seorang ibu ketika menenangkan bayi yang menangis. Si ibu pasti memasang wajah yang lucu dan bodoh, berusaha membuat sang bayi berhenti menangis. Si ibu juga tidak jarang mengambil mainan bayi dan memainkannya di depan sang bayi. Nyanyi “nang ning ning nang ning nung”, berbicara bahasa bayi, berusaha memahami dunia sang bayi, jadi seorang bayi. Untuk apa sih kakak sekolah minggu atau seorang ibu bertindak seperti itu? Untuk apa mereka menjadi bodoh, jadi seperti anak-anak? Untuk apa mereka berbicara dan bernyanyi seperti anak-anak? Jawabannya mungkin karena mereka ingin menunjukkan kasihnya pada sang anak bayi tersebut. Menunjukkan kasih kepada seorang bayi tidak bisa dengan memberikan mainan saja. Tidak bisa hanya membelikan makanan bergizi atau keperluan lainnya. Kasih pada seorang bayi hanya bisa ditunjukkan dengan berbicara kepada sang bayi. Berusaha memahami apa keinginannya, bagaimana perasaannya yang sebenarnya, bernyanyi dan tertawa bersama sang bayi. Hanya inilah cara menunjukkan kasih itu. Ketika Allah Menjadi Manusia Sekarang kita kembali pada pokok pembahasan kita tentang Allah adalah kasih. Kalau Allah adalah kasih, Dia tidak bisa hanya berdiri dari jauh dan menyediakan keperluan kita. Dia juga tidak bisa hanya menyuruh ini dan itu sambil berkata semua demi kebaikan. Sama seperti seorang ibu yang harus jadi seperti bayi, kalau Allah ingin menunjukkan kasih-Nya, satu hal yang mesti Dia lakukan Allah menjadi manusia. Allah harus jadi seperti manusia. Allah harus ada di dunia manusia, merasakan kelemahan manusia, rasa lapar, haus, sakit, terluka, disakiti. Allah harus ada di dunia manusia, merasakan kekosongan dan ketidakberdayaan manusia. Allah menjadi manusia dan hidup layaknya manusia. Dengan jadi seperti manusia, Allah bisa dengan mudah mengajarkan pribadi Allah dan kasih Allah. Tidak dengan rasa takut atau kegentaran, namun dengan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti oleh manusia. Dengan Allah menjadi manusia, manusia dapat merasakan kehadiran Allah tanpa ada rasa takut. Merasakan berkat Allah secara langsung. Memahami keinginan dan perintah Allah dengan mudah. Merasakan sendiri bahwa Allah adalah kasih. Dengan Allah menjadi manusia, Allah bisa menunjukkan kasih-Nya. Allah adalah kasih. Semua agama menyerukan hal yang sama. Tapi apakah teman-teman menemukan buktinya? Hanya dalam agama Kristen saja kita menemukan bukti Allah adalah kasih. Allah adalah kasih sebab Allah menjadi manusia. Inkarnasi Allah menjadi manusia Sumber Gambar Artikel dengan tema yang sama Apa kata Alkitab tentang Allah adalah kasih? Kalau Allah adalah kasih, Yesus harus mati Mengapa kematian dapat membuktikan kasih Allah? Kalau Allah adalah kasih, Allah harus menjadi manusia Recommended for you Allah Menjelma menjadi Manusia karena Ia Mengasihi Kita Renungan Masa Natal, Jumat 3 Januari 2020 — Bacaan I 1 Yoh. 229 – 36; Injil Yoh. 129-34 Baca JugaDeklarasi – Renungan Pesta Pembaptisan TuhanKasih dan Kisah – Renungan Hari Biasa Masa NatalTerapkan 3MTB demi dapat Hidup dalam Kebenaran yang Sejati Kita masih berada pada masa Natal. Natal adalah peristiwa di mana Allah yang Mahakuasa menjelma menjadi manusia. Dengan menjadi manusia seperti kita, Ia ingin menunjukkan betapa Ia mengasihi kita. Jadi, karena kasih-Nya kepada kitalah makanya Ia turun ke tengah-tengah kita dan menjadi manusia sama seperti kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa. Kasih Allah itu menjadikan kita anak-anak-Nya. Sebagai anak-anak Allah, kita yakin dan percaya bahwa Allah mempunyai rencana dan rancangan yang indah bagi kita. Hanya saja, kita sendiri tidak tahu persis apa sebetulnya rencana dan rancangan yang Allah siapkan untuk kita itu. Ya, kita tidak pernah tahu bagaimana masa depan kita, karena hal itu masih merupakan misteri bagi kita. Namun demikian, dengan kelahiran Kristus di tengah kita, kita mempunyai pengharapan di dalam Dia. Kita percaya bahwa Yesus tahu semua persoalan kita dan peduli pada keadaan kita sebab Ia sendiri merasakan apa yang kita rasakan. Kita menaruh harapan pada Yesus. Satu hal yang perlu kita ingat yaitu bahwa orang yang menaruh pengharapan pada Kristus harus menyucikan diri, sama seperti Dia suci adanya. Kita beruntung karena Yesus datang untuk menebus dosa-dosa kita. Dia adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Yohanes Pembaptis memperkenalkan peran Yesus sebagai penebus dosa. Dengan kelahiran Kristus, martabat kita diangkat; sehingga kita yang tadinya penuh dengan dosa, tidak lagi dipandang sebagai makhluk yang melulu berdosa. Sebaliknya, predikat kita sebagai ciptaan yang sungguh amat baik’ sebagaimana ditulis di dalam Kitab Kejadian, dikembalikan. Sebab, Yesus lahir untuk menjadi tumbal atas salah dan dosa kita. Dulu, sebelum Yesus lahir, setiap kali orang melakukan kesalahan, maka kambing atau domba harus dikurbankan sebagai korban tesus salah. Sejak Yesus, tidak ada lagi hewan yang dikurbankan; sebab Yesus adalah satu-satunya kurban atas tebus dosa dan salah umat-Nya. Ketika Yohanes Pembaptis melihat Yesus datang kepadanya, ia berkata “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” Yoh. 129. Kata-kata Yohanes ini dipakai dalam Ekaristi. Ketika imam mengangkat piala dan hosti, imam berkata “Lihatlah, inilah Yesus Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya.” Kita tentu senang karena dosa kita ditebus. Tapi, tidak hanya senang, kita juga harus berupaya untuk menyelaraskan hidup kita dengan apa yang diajarkan oleh Yesus. Jufri Kano, CICMTerlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" Luk. 55. Penulis dapat dihubungi via email jufri_kano Firman Allah menjelma jadi manusia Yohanes 114 yang dalam istilah teologis “Inkarnasi,” “Menjadi Daging,” ternyata dikandung oleh seorang Perawan atau Dara bernama Maria Lukas 1 27,31. Ini berarti bahwa yang dikandung Maria dan tinggal dalam rahimnya itu adalah “Firman Allah” yang adalah “Allah” Yohanes 11 yang “menjadi manusia” Yohanes 114 yakni “mengosongkan Dirinya sendiri dengan mengambil rupa sebagai hamba dan menjadi seperti manusia” Filipi 27. Karena Allah itu tak berubah Maleakhi 36, maka ke-Allah- an dari Firman Allah itu pun tidak berubah. Dia adalah Allah sebelum dikandung oleh Perawan Maria. Dia adalah Allah ketika berada di dalam kandungan Perawan Maria, dan Dia tetap Allah ketika mengenakan tubuh Jasmani yang diambil Galatia 44 dari rahim Maria sehingga Dia disebut sebagai “buah rahim” Maria Lukas 142, serta lahir berwujud manusia. Sehingga di “dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an” Kolose 29. Dengan demikian melalui kelahiran-Nya oleh Perawan Maria ini, “di dalam Yesus itu” “berdiam” hanya ada “Satu Pribadi” “dalam Dia” bukan “dalam mereka” namun yang memiliki “dua kodrat” yaitu “Manusia” “secara jasmaniah” yang diambilnya dari Perawan Maria melalui kelahiran-Nya dan “Allah” yang merupakan Firman dan Firman itu adalah Allah Yohanes 11. Sehingga Maria dapat disebut “Tokos” = “Yang Melahirkan/ Yang Memberi Kelahiran”; dan “Theo” “seluruh kepenuhan ke-Allah-an”. Jadi, Maria disebut sebagai “Theotokos,” sebab ternyata dalam diri Anaknya yang berwujud manusia sempurna itu berdiam “seluruh kepenuhan ke-Allah-an” yaitu memiliki kodrat Allah yang sepenuh-penuhnya. Jelaslah bahwa Yesus Kristus itu adalah “Manusia” dan “Allah” sekaligus, oleh karena itu ibunya memang harus diberi gelar “Theotokos.” Gelar Theotokos ini justru dapat membentengi kesempurnaan kemanusiaan dan sekaligus kesempurnaan ke-Allah-an Yesus Kristus dalam Satu Pribadi. Dengan demikian manusia dan Allah telah “manunggal” dalam Satu Pribadi Sang Kristus dan jurang pemisah antara Allah dan Manusia akibat dosa sudah tertutup sehingga Sang Kristus memang menjadi Pengantara antara Allah dan Manusia 1 Yohanes 21-2. Dan gelar Sang Theotokos adalah benteng kokoh yang melindungi kebenaran ke “Allah-Manusia” an Yesus Kristus dalam “Satu Pribadi” itu. Ketika gelar Theotokos dibuang dari Maria dan dicampakkan dari pemahaman theologis, maka akan terjadi kacau-balau dalam pemahaman Kristologis, seperti yang kita lihat dalam kesiampangsiuran pemahaman Kristolologis yang muncul sejak abad kesembilan belas sampai kini ini dalam liberalisme theologia di Eropa dan munculnya sekte-sekte di Amerika. Karena benteng yang melindungi keutuhan makna theologis mengenai Kristus yaitu “Maria” dengan gelar “Theotokos” nya itu dibuang, dinjak-injak, dan diabaikan. Firman yang menjadi manusia itu disebut Anak Allah Yang Mahatinggi Lukas 132. Anak Allah ini adalah satu hakikat dengan Allah Bapa namun tidak identik atau sama dengan Allah Bapa. Anak Allah itu tidak beda sifat hakikat-Nya dari Allah Bapa, dikatakan demikian oleh ayat-ayat Kitab Suci “…. Firman itu adalah Allah” Yohanes 11; “Aku Firman Allah yang menjelma dan Bapa Allah adalah satu… Jawab orang Yahudi …. Engkau Yesus Kristus = Firman Allah menjelma …. menyamakan diri-Mu dengan Allah bukan “mengidentikkan pribadi dengan Bapa”, menyamakan di sini dalam arti sama hakikat-Nya dengan Allah sebagai Firman Allah” Yohanes 1030,33; Tomas menjawab Dia Yesus Kristus = Firman Allah menjelma ” Ya Tuhanku dan Allahku” Yohanes 2028; “…. Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia…. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin ” Roma 95; “…. Yesus, dalam rupa Allah…kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik….” Filipi 25-6; “… Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar….” I Yohanes 520. Dan Anak Allah itu berbeda dengan Allah Bapa dijelaskan oleh Kitab Suci sebagai berikut “…. Engkau Yesus Kristus = Firman yang menjelma … guru yang diutus Allah …” Yohanes 32; “…. Allah…. mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal Firman-Nya yang Satu-satunya = Yesus Kristus Yohanes 316; “…. Allah mengutus Anak-Nya Firman-Nya ke dalam dunia…” Yohanes 317; “Bapa Allah mengasihi Anak Firman ….” Yohanes 335; “…. percaya kepada Dia Allah = Sang Bapa yang mengutus Aku Yesus Kristus = Firman yang menjadi manusia… Yohanes 524; “… mengenal Engkau Bapa =Allah satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus Firman Allah yang menjelma yang telah Engkau Allah = Bapa utus” Yohanes 173; “… Aku Yesus = Firman menjelma akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu” Yohanes 2017; “… Bapa Allah lebih besar dari pada Aku Yesus Kristus = Firman Allah yang menjelma” Yohanes 1428. Masih banyak data Kitab Suci yang lain yang menunjukkan hal tersebut. Firman Allah itu bukan Allah yaitu bukan Sang Bapa namun tak berbeda dari Allah yaitu satu hakikat dengan Sang Bapa, maka keadaan Yesus sebagai Firman yang azali ini disebut “Allah” yang artinya Dia sudah ada sejak kekal dan melekat satu di dalam hakikat Allah yang Esa Sang Bapa itu. Jadi, yang dimaksud “Allah menjadi manusia” dalam iman kita adalah “Firman Allah” yang ber-hypostasis, yang memiliki sifat ilahi yaitu kekekalan, telah “turun” sebagai manusia sejati yaitu Yesus Kristus. Jadi, bukan Allah yang Maha Esa Sang Bapa itu yang menjadi manusia, namun “Firman-Nya” yang dalam istilah teologis “Anak” itu yang turun ke atas bumi. Inkarnasi niscaya menjadi pengantara antara Allah dan manusia. Melalui inkarnasi manusia dan Allah telah “manunggal” dalam Satu Pribadi Sang Kristus dan jurang pemisah antara Allah dan manusia akibat dosa sudah tertutup sehingga Sang Kristus memang menjadi Pengantara antara Allah dan manusia 1 Yohanes 21-2. Dengan kata lain, inkarnasi membawa keselamatan bagi manusia karena manusia dapat kembali kepada Allah. Seperti apa keselamatan itu? Kemanusiaan yang dikenakan Firman Allah dalam inkarnasi-Nya itu adalah kemanusiaan yang baru, suatu kemanusiaan yang seharusnya dicapai oleh Adam seandainya Adam tidak jatuh dalam dosa. Itulah kemanusiaan yang sekarang harus menjadi tujuan akhir kita dalam mencapai keselamatan yaitu kemausiaan baru dalam Adam yang baru Yesus Kristus Roma 5 12-21; 2 Korintus 517; Efesus 215; 424. Sehingga hanya dengan menyatu dan manunggal dengan Yesus Kristus sajalah keselamatan itu mungkin bagi kita Roma 6 3-5. Perbuatan baik dan amal manusia pada dirinya sendiri tanpa menyatu dengan Kristus ini tak akan membawa keselamatan Efesus 2 8-9. Tak ada perbuatan baik satu pun yang dapat memuliakan manusia sebab sumber pemuliaan itu adalah tubuh kemanusiaan Kristus yang telah dimuliakan itu. Keselamatan tak akan didapat melalui perbuatan baik dan amal jasa manusia saja. Dengan menjaga makna Pribadi Yesus Kristus yang satu dengan dua kodrat yang tak pernah berubah, berbaur, kacau, maupun terpisah-pisah demikian sajalah keselamatan itu mungkin bagi manusia. Dengan demikian mulai dari Ireneus dan seluruh abad sejarah Kekristenan para Bapa Gereja selalu menegaskan, “Anak Allah menjadi Manusia agar manusia boleh menjadi anak-anak Allah,” “Allah menjadi manusia agar manusia boleh menjadi seperti Allah,” “Yang Roh menjadi yang daging agar yang daging ini boleh ambil bagian di dalam sifat dan kodrat yang Roh,” “Apa yang dimiliki Allah secara kodrat-Nya itu diberikan kepada manusia melalui rahmat kasih karunia/anugerah-Nya.” Keselamatan itu bukan hanya sekedar status yang diberikan misalnya “orang berdosa yang dibenarkan” saja namun kodrat kemanusiaan yang dipulihkan menjadi ciptaan atau manusia baru yang terus menerus diperbarui Kolose 310. Keselamatan itu bukan sesuatu yang dituangkan dari luar, namun penyembuhan yang dimulai dari dalam. Keselamatan itu bukan hanya sekedar masuk surga lepas dari neraka, namun manunggal dalam hidup ilahi itu sendiri dan menyatu dalam gemilang kemuliaan kodrat-Nya” “mengambil bagian dalam kodrat ilahi” – 2 Petrus 14. Keselamatan adalah pelepasan dari kuasa Iblis, dosa, kelapukan tubuh, kefanaan hidup, dan kematian serta dimanunggalkan dengan tubuh kebangkitan Kristus dan dengan demikian manunggal dengan hidup ilahi mencapai “theosis”. Kiranya hari Natal yang kita peringati bulan ini membawa kita masuk dalam penghayatan tentang siapa Yesus Kristus dan mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar Filipi 212. Amin!

allah menjelma menjadi manusia